MOJOKERTO - Sesudah pernah menjadi industri, penyebab matinya ikan di Kali Surabaya, Pabrik Gula GempolKerp (PG GempolKerp) - Mojokerto, mulai berbenah.
Pembenahan ini dilakukan direksi PG GempolKerp, dengan upaya, mengolah limbah hasil tetes tebu, dengan proses yang benar, sebelum dibuang ke Kali Surabaya.
ILYAS AHMADI Administratur PG GempolKerp mengatakan, "tahun ini, pabriknya sudah melakukan perbaikan, dibanding tahun lalu, yang masih kacau. Perbaikan itu dilakukan di in house keeping, dan sarana-sarana lain, yang belum optimal."
"Kalau tahun lalu sempat terjadi banjir limbah di dalam pabrik, bahkan sampai keluar, maka tahun ini, diharapkan tidak akan terjadi, karena PG GempolKerp, berusaha menghemat air," kata ILYAS.
Selain itu, pabrik gula yang berada di stren Kali Surabaya itu, juga akan membuat sistem pengolahan air, yang akan mendukung upaya penghematan air, yang sedang di gagas direksi PG GempolKerp. "Harapannya, kalau sudah hemat air, maka tidak banyak limbah yang terbuang ke Kali Surabaya," terang ILYAS.
Rencana pengolahan air limbah secara mandiri itu, akan dilakukan PG GempolKerp, tahun depan, dengan anggaran sekitar Rp 2 milyar.
Menurut ILYAS AHMADI Administartur PG GempolKerp, "untuk membuktikan komitmen perusahaannya, dalam mengolah limbah, beberapa peralatan baru didatangkan, diantaranya dua aerator, yang akan membantu proses pengolahan limbah cair."
Target 2010, kata ILYAS, "PG Gempolkerp harus bisa mengolah air limbah secara mandiri, selain itu, juga harus bisa meraih propper hijau dari pemerintah, sebagai simbol kepedulian perusahaan, dalam mengolah limbah industrinya." (tas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar