Jumat, 06 Februari 2009

Warga Jatim Waspadai Serangan Ratusan Kera Liar

Surabaya - Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa, saat ini ratusan kera (macaca) di Kabupaten Ponorogo, Bangkalan dan Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur (Jatim), keluar dari habitatnya.

“Informasi ini kami sampaikan ke beberapa pihak. Kalau ternyata betul, maka harus diwaspadai, karena kera-kera itu bisa mencelakai manusia,” kata Koordinator Bidang Humas dan Hubungan Antarlembaga PKBSI, Singky Soewadji di Surabaya, Jumat (6/2).

Menurutnya, kebiasaan koloni kera itu keluar bergerombol antara 15 hingga 30 ekor dengan satu pemimpin. Ukuran fisik pemimpinnya lebih besar, biasanya sangat galak dan memiliki sifat melindungi anggota koloninya. “Kalau ada manusia yang terluka akibat serangan kera itu, maka biasanya manusia akan balas dendam. Ini yang harus kami waspadai, sehingga manusia dan kera itu sama-sama terlindungi,” kata Singky.

Sebetulnya kasus seperti ini, lanjutnya, bukan tanggung jawab PKBSI. Meskipun demikian, pihaknya menaruh perhatian, karena jangan sampai satwa-satwa itu menderita dan masyarakat juga tidak dirugikan. “Informasi ini saya sampaikan ke beberapa instansi, khususnya Taman Safari Indonesia (TSI) dan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang memiliki tenaga ahli menangani kera. PKBSI minta agar TSI Prigen dan KBS siaga menghadapi masalah ini,” harap Singky.

Ia mengatakan, banyaknya kera yang keluar dari habitatnya itu, bisa dikarenakan banjir atau rusaknya hutan di tempat mereka hidup. Di hutan itu, kera-kera tersebut bisa kekurangan makanan, sehingga mancari lokasi lain. “Sebetulnya dari sisi jumlah, kera itu banyak, bahkan ‘over’ populasi. Meskipun demikian, kami tetap memikirkan agar kera-kera itu tidak mati sia-sia, karena mereka juga makhluk yang harus dijaga kehidupannya,” kata Singky.

PKBSI juga mengimbau dinas kehutanan dan Perhutani di daerah-daerah yang banyak kera keluar dari habitatnya itu untuk siaga. Demikian juga dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim sebagai ujung tombak Dephut di daerah. (KJPL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar