"Tadi pak Mahmudi (Kepala Sekolah SDN Wonocatur) memberitahu hari ini libur," kata Azis (6), siswa kelas I SDN Wonocatur, Sabtu (6/11/2010) pagi.
Azis dari teman-temannya terpaksa tidak memperoleh pelajaran karena jalan menuju sekolah mereka digenangi air. Begitu juga dengan kondisi TK Darma Wanita. Sekolah mereka dikepung air setinggi kurang lebih 50 centimeter.
Masyarakat setempat memasang potongan batang pisang dan karung yang diisi pasir di depan rumah mereka untuk menanggulangi masuknya air ke dalam rumah. Sementara sejumlah rumah yang sebelumnya tergenang air juga mulai dibersihkan. Beberapa personil kepolisian dan TNI juga terlibat dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
Selain melumpuhkan KBM di dua sekolah, banjir juga merugikan para petani. Sekitar 2 hektar lahan persawahan di Desa Toyoresmi terendam air dan lumpur. Akibatnya, tanaman jagung berusia tiga bulan rusak.
"Kalau dihitung-hitung kerugian petani disini cukup banyak. 100 rhunya sekitar Rp 300 ribu. Kalau dikalikan 14 bisa mencapai Rp 4,2 juta. Itu hanya biaya tanam dan perawatan. Belum lagi hasil jagung yang tinggal memetik. Mungkin satu bulan lagi bisa panen," ungkap Abdul Hadi ditemui di lokasi.
Lahan persawahan yang terendam air tersebut berada di dekat tanggul yang jebol. Masyarakat hanya dapat menyingkirkan sisa-sisa pepohonan yang sebelumnya menyumbang Sungai Sukorejo. (KJPL)
Sabtu, 06 November 2010
Banjir Kediri, 2 Sekolah Diliburkan, 2 Hektar Jagung Rusak
Kediri - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua sekolah terpaksa ditiadakan akibat banjir yang terjadi di Desa Wonocatur, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Yakni, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonocatur dan Taman Kanak-kanak (TK) Darma Wanita Wonocatur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar