"Kalau kondisi itu dibiarkan, maka dikhawatirkan, akan merusak ekosistem laut, di sekitar Pelabuhan Manyar Gresik," kata Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL.
"Tidak cukup polisi yang turun tangan, tapi kelalain di dunia pertambangan dan eksplorasi migas, akan berdampak besar, pada masa depan lingkungan kita," tambah Teguh.
Tentang desakan Ecoton, yang minta polisi turun tangan, untuk menyikapi kasus tumpahnya minyak ke laut, KJPL juga sangat sepakat dengan tanggapan itu, hanya saja jangan sampai kasus ini tuntas dan ditutup hanya dengan jalan 86 atau damai di kepollisian, tapi harus terus dilanjutkan sampai proses persidangan di pengadilan.
Komunitas Jurnalis Peduli Ligkungan (KJPL) juga minta pada semua operator pertambangan, lebih memperhatikan dampak perusakan pada lingkungan, dalam melakukan eksplorasi migas.
Dengan adanya kehati-hatian itu, kasus pertambangan di Indonesia, diharapkan tidak terus terjadi dan menambah jumlah korban perusakan lingkungan di atas bumi ini, yang akan diperingati Juni mendatang, sebagai Hari Bumi. (KJPL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar