Jakarta - Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban nampaknya tidak pernah lepas dari sorotan aktivis lingkungan hidup. Pagi ini, puluhan aktivis Greenpeace mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Kedatangannya kali ini, mereka mendesak KPK melakukan penyelidikan terhadap Kaban terkait pemberian izin pengelolaan kepada 14 perusahaan guna kepentingan industri pulp and paper.
"KPK harus memeriksa MS. Kaban," tegas aktivis Greenpeace Bustar Maitar dalam rilisnya, Kamis (30/4/2009).
Menurutnya, pemberian izin kepada 14 perusahaan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan untuk membabat lebih dari 100.000 hektar hutan di Riau dapat mengancam ekosistem lingkungan hidup. "Sebagian besar dari 14 perusahaan ini pernah diperiksa kepolisian terkait illegal logging pada 2007," tegasnya.
Aktivis Greenpeace datang ke KPK sekira pukul 09.05 WIB. Dalam aksinya, beberapa diantaranya mengenakan topeng wajah tiruan MS Kaban, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta spanduk bertuliskan "Tebang Koruptor Bukan Hutan". (KJPL)
Kedatangannya kali ini, mereka mendesak KPK melakukan penyelidikan terhadap Kaban terkait pemberian izin pengelolaan kepada 14 perusahaan guna kepentingan industri pulp and paper.
"KPK harus memeriksa MS. Kaban," tegas aktivis Greenpeace Bustar Maitar dalam rilisnya, Kamis (30/4/2009).
Menurutnya, pemberian izin kepada 14 perusahaan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan untuk membabat lebih dari 100.000 hektar hutan di Riau dapat mengancam ekosistem lingkungan hidup. "Sebagian besar dari 14 perusahaan ini pernah diperiksa kepolisian terkait illegal logging pada 2007," tegasnya.
Aktivis Greenpeace datang ke KPK sekira pukul 09.05 WIB. Dalam aksinya, beberapa diantaranya mengenakan topeng wajah tiruan MS Kaban, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta spanduk bertuliskan "Tebang Koruptor Bukan Hutan". (KJPL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar