Senin, 16 Februari 2009

Sepekan Terakhir ada 31 "Hot Spot" di Kalbar

Pontianak - Selama sepekan terdeteksi sebanyak 31 hot spot atau titik panas di Kalimantan Barat berdasarkan pantauan satelit ASMC Asean Specialized Meteorological Center dan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

"Dari pantauan satelit NOAA, Sabtu (14/2/2009) sebanyak 14 titik panas terdeteksi," kata Darmawan, di Pontianak, Senin.Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kalimantan Barat, Darmawan.

Ia menjelaskan, jika dijumlahkan sejak tanggal 11 hingga 15 Pebruari, di Kabupaten Ketapang terdeteksi sebanyak 7 titik panas, Kabupaten Kubu Raya 7 titik panas, Bengkayang 6 titik panas, Sambas 4 titik, Sanggau 3 titik panas, Kabupaten Pontianak 2 titik panas, sementara Kabupaten Kayong Utara, Kapuas Hulu, Landak, Sekadau, dan Melawi masing-masing 1 titik panas.

Sementara, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pontianak yang dipantau melalui alat pemantau kualitas ambien udara yang ditempatkan di Kota Pontianak dan kantor gubernur Kalbar, mulai menunjukkan kualitas yang kurang sehat hingga berbahaya, terutama di jam malam, mulai pukul 18.30 WIB hingga 23.30 WIB.

Ia mengatakan, Selasa (10/2/2009) ISPU tercatat berbahaya, yaitu berada pada posisi 70-329 partikel mikrogen (PM) pada pukul 18.30 hingga 23.30 WIB, kemudian Rabu (11/2/2009) kategori sedang hingga tidak sehat, Kamis (12/2/2009) dalam kondisi baik hingga sedang.

"Sebaiknya masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung jika hendak bepergian pada malam hari," katanya.

Dari data BLH Kalbar, terpantau sepanjang Januari lalu sebanyak 61 titik panas yang hanya berasal dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kubu Raya sebanyak 46 titik panas, dan Kabupaten Ketapang sebanyak 15 titik panas yang terjadi tanggal 20 hingga 23 Januari lalu, kata Darmawan. (KJPL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar