Banyuwangi - Hujan deras disertai angin kencang di Banyuwangi, merusak belasan rumah di dua desa di Kecamatan Pesanggaran, Selasa (17/02/2009). Satu diantaranya rata dengan tanah.
Rumah yang luluh lantak itu milik Mbok Siwo (61), warga Dusun Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran. Seluruh isi rumah janda 3 cucu ini hancur tertimpa bangunan yang terbuat dari bambu dan kayu.
Peristiwa itu nyaris memakan korban jika saja Ima Wardani (13), salah seorang cucu Mbok Siwo terlambat untuk lari keluar rumah.
"Alhamdulillah, meski kehilangan rumah yang penting saya dan cucu saya selamat," jelas Mbok Siwo sambil menitikkan air mata, di lokasi, Selasa (17/02/2009).
Menurut Mbok Siwo, sebenarnya tanda-tanda rumahnya yang dibangun 15 tahun lalu akan roboh mulai terlihat. Hujan disertai angin kencang menyebabkan kontruksi rumah yang rapuh dan diduga tak kuat menahan terpaan angin.
"Kayu-kayu penyanggah rumah mulai berderit keras, saya coba tahan pakai bambu dari samping rumah, tapi keburu rumah saya roboh," tambahnya.
Selain Desa Kandangan, hujan deras disertai angin juga membuat atap genting belasan rumah milik nelayan Pantai Pancer Desa Sumberagung, Pesanggaran berantakan.
"Beberapa hari ini angin dari laut memang kencang mas. Yang parah yang ini, atap-atap rumah beterbangan," jelas Paiman (45), salah seorang nelayan yang rumahnya turut menjadi korban. (KJPL)
Rumah yang luluh lantak itu milik Mbok Siwo (61), warga Dusun Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran. Seluruh isi rumah janda 3 cucu ini hancur tertimpa bangunan yang terbuat dari bambu dan kayu.
Peristiwa itu nyaris memakan korban jika saja Ima Wardani (13), salah seorang cucu Mbok Siwo terlambat untuk lari keluar rumah.
"Alhamdulillah, meski kehilangan rumah yang penting saya dan cucu saya selamat," jelas Mbok Siwo sambil menitikkan air mata, di lokasi, Selasa (17/02/2009).
Menurut Mbok Siwo, sebenarnya tanda-tanda rumahnya yang dibangun 15 tahun lalu akan roboh mulai terlihat. Hujan disertai angin kencang menyebabkan kontruksi rumah yang rapuh dan diduga tak kuat menahan terpaan angin.
"Kayu-kayu penyanggah rumah mulai berderit keras, saya coba tahan pakai bambu dari samping rumah, tapi keburu rumah saya roboh," tambahnya.
Selain Desa Kandangan, hujan deras disertai angin juga membuat atap genting belasan rumah milik nelayan Pantai Pancer Desa Sumberagung, Pesanggaran berantakan.
"Beberapa hari ini angin dari laut memang kencang mas. Yang parah yang ini, atap-atap rumah beterbangan," jelas Paiman (45), salah seorang nelayan yang rumahnya turut menjadi korban. (KJPL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar