Sabtu, 07 Februari 2009

Dua Rumah Korban Banjir Ambruk Diterjang Puting Beliung

Bojonegoro - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah nasin yang dialami korban banjir di Kabupaten Bojonegiro setelah angin puting beliung menerjang rumah.

Dua rumah tersebut adalah milik Yusuf (45) dan Sutiono (43). korban banjir di Dusun Dape Desa Kanor Kecamatan Kanor roboh diterjang puting beliung dan tidak bisa ditinggali karena telah rata dengan tanah.

Sejumlah saksi mata di lapangan menyebutkan sekitar pukul 11.30 WIB angin berputar-putar cukup kencang dan membuat warga ketakutan.

Suara angin semakin terdengar karena dua rumah yang baru dibangun awal 2008 lalu berada di tepian areal persawahan.

Sambil menangis pemilik rumah yang juga istri Yusuf bernama Siti Marni mengaku sempat histeris, sebab saat itu dirinya berada di dalam rumah sendirian karena suami dan anaknya sedang bekerja di luar kota.

Sementara anak perempuan yang paling kecil masih di sekolah. "Semua barang yang kami punyai berada di dalam dan belum menyelamatkannya," kata Marni sambil terisak menangis.

Akibat roboh rumah miliknya yang dibangun pihak swasta, Marni terancam menderita kerugian jutaan rupiah karena satu sepeda motor, sepeda pancal dan seluruh perabotan lainnya terpendam di reruntuhan rumah.

Seperti diketahui keluarga Marni adalah satu diantara 15 korban banjir akhir tahun 2007 yang rumahnya hilang tersapu banjir.

Marni yang tidak punya uang akhirnya dibangun oleh pihak swasta. (KJPL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar