Rabu, 03 Desember 2008

200 Siswa SD ikuti Mini Children Conference on Climate Change 2008

Surabaya - Tunas Hijau bersama Sekolah Ciputra Surabaya akan mengadakan konferensi anak-anak tentang perubahan iklim, Mini Children Conference on Climate Change (MCCCC) pada Kamis, 4 Desember 2008 pukul 08.00 – 15.00 wib, bertempat di Sekolah Ciputra Surabaya, Puri Widya Kencana L5 No.1 Citraraya Surabaya. MCCCC akan diikuti oleh 200 siswa sekolah dasar perwakilan sekolah peduli lingkungan hidup dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur.

Pada Mini Children Conference on Climate Change 2008 akan berkumpul untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan upaya nyata yang dapat dilakukan untuk menghambat perubahan iklim. Peserta tidak lagi belajar tentang pengertian pemanasan global dan perubahan iklim, melainkan sudah akan langsung mendiskusikan trik-trik jitu “ala anak-anak SD” untuk menghambat laju pemanasan global dan perubahan iklim.

Setiap perwakilan sekolah akan mempresentasikan proyek lingkungan hidup yang sudah dilakukan di masing-masing sekolah tentang upaya menghambat laju pemanasan global dan perubahan iklim. Setiap peserta juga akan membawa ciri khas masing-masing sekolah berupa pakaian (rompi, atribut, tas dan lainnya) dari bahan daur ulang.

Apa dan bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim, yang menjadi isu nomor 1 abad ini, akan disajikan secara gamblang dalam bentuk pameran yang digelar terbuka untuk umum. Empat tema besar, yaitu sampah, energi, transportasi dan pohon akan menjadi bahasan utama pada conference dan pameran yang digelar.

Video conference dengan Chairman Clean Up the World Internasional Ian Kiernan, AO di Sidney, Australia juga akan dilakukan peserta pada konferensi ini. Video conference juga akan dilakukan peserta dengan Children Specialist UNEP (United Nations Environment Program) Theodore Oben di Nairobi, Kenya dan aktivis lingkungan hidup anak-anak di Perth Australia juga akan dilakukan pada conference ini.

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, pada MCCCC 2008 ini hamper tidak akan dihasilkan sampah. Kalaupun ada sampah yang dihasilkan hanyalah sampah organik atau sisa makanan yang akan langsung diolah menjadi kompos oleh peserta. Makanan pun dikemas dengan kemasan yang ramah lingkungan seperti daun pisang atau kertas.

Aksi nyata juga dilakukan peserta pada konferensi ini. Aksi nyata ini berupa penanaman pohon dan workshop-workshop lingkungan hidup

Bagi guru pendamping akan diadakan workshop khusus tentang pembelajaran (lingkungan hidup) dengan menggunakan kurikulum International Baccalaureate. (KJPL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar