Belum diketahui secara pasti siapa yang menyebarkan selebaran gelap menolak eksekusi tersebut yang bertebaran di jalanan. Dari pantauan Tim KJPL di lapangan, selebaran menolak eksekusi tersebut berisi penolakan eksekusi diantaranya berbunyi 'Syahidnya Amrozi Cs benih Daulah Islam', 'Amrozi Mujahid Vs Amerika Teroris.
Sementara itu selebaran gelap yang sama dengan ukuran 50 cm X 1 meter itu dengan tulisan warna biru tersebut juga ditemukan di depan Bilka jalan Ngagel Jaya Selatan.
Bunyinya adalah 'Membunuh Amrozi Cs = menunai Bencana, 'Syahid 3 tubuh, tumbuh 3000 Mujahid', Ya Allah hancurkan eksekusi Amrozi Cs, Ya Mujahid balas eksekutor.
Sejumlah warga yang berada di dekat lokasi penempelan poster tersebut tidak mengatahui siapa saja yang menempelkan. "Nggak ngreken (tidak peduli
) masalah itu, saya nggak tahu," ungkap Marfuah penjual warung di sekitar rel KA jalan Bung Tomo, Sabtu (01/11/2008).Dijelaskannya semalam selebaran tersebut tidak ada, namun ketika pagi hari sudah muncul di lapangan. "Nempelnya mungkin pagi hari," imbuhnya.
Sementara itu.
Maraknya selebaran dan pamflet penolakan terhadap eksekusi Amrozi membuat Wakapolres Surabaya Selatan Kompol Kartono mencak-mencak.
"Itu berita jelek gak usah ditulis nanti masyarakat takut," sergah Kompol Kartono saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (01/11/2008).
Diam-diam Wakapolres langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencopoti sejumlah pamflet yang beredar di sejumlah lokasi terutama di pusat kota seperti Jalan Tidar, Ambengan, Ngagel Jaya, Wonokromo dan Jambangan.
Dari pantauan tim KJPL, semua pamflet yang beredar di Surabaya diduga tintanya sama. Karena melihat bentuk warna tinta juga tulisan, mungkin tinta di pakai seperti tinta stempel.
Kompol Kartono lupa dengan diberitakan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman teroris yang masih ada dan bergerak di bawah tanah bukan menyalahkan wartawan yang menulis. (KJPL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar