Minggu, 21 September 2008

Aksi Curi Bambu Marak di Hutan Mojokerto

Mojokerto - Aksi pencurian bambu di beberapa kawasan hutan Mojokerto, dipastikan akan memperparah kondisi hutan.

Kalau aksi itu, tidak segera disikapi petugas perhutani, maka kondisi hutan di Mojokerto, akan semakin gundul, dan tidak ada tanaman penyerap air, yang bisa menahan longsor di musim hujan.

SUGENG DWI LESTARI Koordinator Pemantau Hutan Sahabat Lingkungan Mojokerto mengatakan, "aksi pencurian bambu itu, sudah berlangsung lama, dan sekarang semakin sering terjadi."

Dari pantauan para aktifis lingkungan, aksi pencurian itu terjadi, karena di lokasi hutan di Mojokerto, sudah tidak ada tanaman lain yang bisa dicuri, termasuk kayu jati. Pencurian bambu di kawasan hutan Mojokerto, dilakukan di semua musim, baik kemarau atau musim penghujan.

"Kalau di musim kemarau, bambu-bambu tua, khususnya jenis pethung, yang bisa menyerap banyak air, justru jadi target pencurian," kata SUGENG.

Sementara kalau di musim penghujan, bambu-bambu muda yang masih berbentuk rebung, juga tidak lepas dari aksi pencurian, karena laku dijual, untuk bahan makanan.

Maraknya pencurian bambu di kawasan hutan Mojokerto, yang masih terus terjadi, lebih banyak di dorong faktor ekonomi warga, yang masih banyak kekurangan. (tas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar